Kau perlu berpikir kapan lagi
kau suguhkan kopi pada pagi yang indah.
Bila yang datang itu kekasihmu.
Tak boleh terlalu manis,
serupa manis senyummu pada pak Dosen,
Agar dipuji kopimu enak.
Kau hanya perlu beralasan,
kapan kau berikan aroma tubuh pada hidung pacarmu
Bila ia menggoda tuk menidurimu.
Berpikirlah tuk merelakan bibirmu tuk ia kulum.
Berpatuhlah pada Tuhanmu.
Karena sesungguhnya,
kau hanya peri kecil gambaran surga,
yang pantas dan layak di cinta lelaki seperti adam.
Penulis: NakoR@djoeng94
0 Comments